Ketua Pengkot IODI Kota Palangka Raya, Iwang Galih Kristarilini (duduk paling kiri) dan Sekum KONI Kota Palangka Raya, Tri Wahyana (duduk kedua dari kanan). Saat melihat secara langsung atlet-atlet Kota Palangka Raya, yang ikut dalam kegiatan Camp II Atlet yang diinisiasi oleh Pengprov IODI Kalteng yang diketuai Maria Neva Merdiana, di GOR Serba Guna Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya. (FOTO : IST)
PALANGKA RAYA– Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Palangka Raya menyiapkan sebanyak 32 atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dilansir dari laman prokalteng.co. Ketua Pengkot IODI Kota Palangka Raya, Iwang Galih Kristarilini. Mengatakan pihaknya telah mempersiapkan para atlet dengan mengikuti berbagai program latihan rutin, sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kita sudah siapkan 32 atlet dengan 38 kelas yang kita ikuti,” kata Iwang, Selasa (7/7/2026).
Dia menjelaskan. Para atlet saat ini menjalani latihan rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu yang berpusat di GOR tertutup Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya. Selain itu, latihan untuk nomor tradisional dancesport juga dilakukan di studio sanggar tari tradisional.
Dalam pelaksanaan Porprov Kalteng 2026, IODI Kota Palangka Raya akan mengikuti hampir seluruh nomor pertandingan yang tersedia. Dari total 40 nomor yang dipertandingkan, kontingen Palangka Raya akan ambil bagian pada 39 nomor.
Iwang menyampaikan, target yang diberikan oleh KONI Kota Palangka Raya untuk cabang olahraga dancesport yakni meraih 20 medali emas. Target tersebut dinilai cukup realistis mengingat kesiapan dan pengalaman para atlet yang dimiliki saat ini.
“Karena atlet kota sudah running duluan dan sudah sering mengikuti Kejurnas, Pra PON dan PON, maka saya yakin paling tidak 80 persen target dari KONI dapat tercapai,” ujarnya.
Dia mengatakan, beberapa dansa yang menjadi unggulan IODI Palangka Raya dalam Porprov 2026. Di antaranya Latin, Standard Ballroom, Hip Hop, dan Tradisional Dance. Para atlet pada nomor tersebut telah dipersiapkan secara maksimal untuk bersaing dengan kontingen dari kabupaten dan kota lainnya.
Meski demikian, Iwang mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses persiapan, terutama terkait pendanaan. Menurutnya, kebutuhan perlengkapan atlet seperti kostum untuk nomor Latin dan Standard Ballroom membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Kendala di dana, karena selama ini KONI kota masih belum banyak membantu dari segi pendanaan. Untuk kelengkapan kostum masih menggunakan dana pribadi, terutama Latin dan Standard Ballroom yang cukup mahal,” jelasnya.
Selain kebutuhan perlengkapan, IODI Palangka Raya juga berharap adanya dukungan lebih besar untuk meningkatkan kualitas latihan, termasuk mendatangkan pelatih dari luar daerah maupun pelatihan ke luar negeri guna meningkatkan kemampuan atlet.
Iwang menambahkan, seluruh atlet terus dipersiapkan dari sisi kesehatan maupun rutinitas latihan dengan dukungan KONI Kota Palangka Raya serta para donatur dan simpatisan yang turut membantu pembinaan dancesport.
Dia berharap masyarakat dapat memahami bahwa dancesport bukan sekadar aktivitas dansa seperti yang selama ini dikenal, tetapi merupakan cabang olahraga yang menggabungkan keindahan gerak tubuh, teknik, serta unsur kompetisi olahraga.
“Tujuan utamanya adalah meraih prestasi yang bermanfaat bagi jenjang karier di masa depan. Jadi mari kita dukung atlet-atlet untuk berlaga di Porprov 2026 bulan Oktober di Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun,” tutupnya.
Sementara itu. Sekum Pengprov IODI Kalteng Henora Koffeno Nahan ST MT. Mengatakan, pada perhelatan akbar pesta olahraga terbesar di Bumi Tambun Bungai (sebutan Kalteng). Medali yang akan diperebutkan untuk cabor dansa sebanyak 120 medali.
“Ada 40 medali emas, 40 perak dan 40 perunggu yang akan diperebutkan 11 Pengcab dan Pengkot IODI se Kalteng dalam gelaran Porprov 2026 yang akan berlangsung di Pangkalan Bun, Kobar,” jelasnya. (BidMedia)
